Rabu, Maret 07, 2012

Perempuan Bali 1941





Aku mendapatkan gambar di atas dari salah satu online buddy di facebook.

Berikut ini adalah obrolan dengan beberapa teman di lapak yang sama.


  • Adiiwijaya Armand ya ampun mam,,,miris bgt photonya,,,
    5 hours ago ·

  • Nana Podungge kok miris Armand?
    itu kan alamiah :-)

    5 hours ago ·

  • Adiiwijaya Armand yaach miris mam,,masak terbuka gitu,, begitukah culture kita dulu,,,
    5 hours ago ·

  • Nana Podungge Indonesia beriklim hangat cenderung panas sedangkan Eropa dingin maka masuk akal jika orang Indonesia berpakaian terbuka sedang Eropa lebih tertutup

    guess what?

    sekarang kalo orang Indonesia tidak memakai bra, dibilang kebarat-baratan :-D

    5 hours ago ·

  • Tusing Tujuh Keliling Lbh seksi ditutupi ya mam hehehee
    4 hours ago ·

  • Nana Podungge lebih membuat orang penasaran kayak apa sih yang ditutupi itu? :-)
    4 hours ago ·

  • Adiiwijaya Armand eh iya juga yaa,,,,koq aneh,, jadi ketuker gitu,,hahah justru malah dibilang kebarat2an...
    4 hours ago ·

  • Mochd Nasir gak setuju klo culture indonesia spt itu, ada bberapa daerah yg penduduknya sdh menggunakan penutup badan (terutama jawa, terlebih dngn sudah masukknya agama islam di nusantara), dan perlu diingat bhw bra adalah alat penyangga payudara, bukan penutup aurat... jd masalah pake bra adalah pilihan, sedang memakai pakaian (penutup aurat) adalah kwajiban...afwan
    4 hours ago ·

  • Nana Podungge Armand,
    bener kata Ayu Utami, bra memiliki dua fungsi yang saling bertolak belakang, menutupi namun juga menonjolkan

    4 hours ago ·

  • Adiiwijaya Armand weits,,bener juga tuh mam... memakai atau tidak,,sing penting saya haturken selamat hari wanita sedunia yaa :)
    4 hours ago ·

  • Nana Podungge Mas Nasir,
    boleh setuju maupun tidak setuju kok
    bukankah di zaman sekarang ini sudah rancu mana budaya asli maupun import?

    di tahun tujuhpuluhan aku memiliki PRT yg tidak biasa memakai celana dalam dan bilang itu pun budaya import, perempuan Indonesia mengenakan 'popok' tertentu yang ditalikan di daerah perut ketika menstruasi, kalau tidak sedang mens ya tidak pakai apa-apa di balik kain yg dikenakan
    :-)

    4 hours ago ·

  • Nana Podungge Armand,
    thank you

    4 hours ago ·

  • Adiiwijaya Armand masama mam,,memakai atau tidak itu hak wanita, mau ikut budaya mana, itu hak mereka, sing penting gx seharusnya ada lagi pelanggaran hak hak di indonese ini.... :)
    3 hours ago ·

  • Nana Podungge dan saling menghormati pilihan orang lain Armand :-)
    3 hours ago · · 1

  • Adiiwijaya Armand Siap mam,,
    3 hours ago ·

  • Nana Podungge ‎^__^
    3 hours ago ·

  • Mochd Nasir penekanan sy pada pake bra/celana dlm Mbak... itu mmng pilihan... tp dlm hal ini menutup aurat adalah wajib... boleh jd seseorang tdk pake bra/cd ttp dia menutup aurat khan gak masalah.. asal tertutup, dan perlu diingat bahwa hak2 kita dibatasi oleh hak2 org lain artinya dr persinggungan hak2 tersbt ada bagian yg mnjadi kewajiban bagi yg semua pihak...
    3 hours ago · · 1

  • Nana Podungge Mas Nasir,
    dan menjaga mata adalah kewajiban semua orang bukan? :-)

    sebelum agama Islam diimport ke Indonesia, maka istilah 'aurat' tentu sangatlah berbeda :-)

    3 hours ago ·

  • Mochd Nasir
    lepas dari pemakaian kata aurat, bahwa menutup bagian tubuh sdh dikenal sejak zaman sebelum masehi, bukan hny krn alasan iklim atw cuaca, namun jg alasan estetika & kehormatan (wanita bngsawan yunani berpakaian lngkap bukan?).. jd menutup bagian tubuh adalah kebutuhan..sdgkan yg terjadi di masa lalu dibbrp daerah di indonesia adalah krn pemahaman kebutuhan sandang masih terbatas (blm berkembang, ex. wanita bali hny menutup bagian bawahnya saja, blm sampai pd paham bahwa menutup badan adlh menujukkan identitas & kehormatan)..
    sdg Islam tdk diimpor oleh siapapun krn tdk ada lembaga yg dgn nyata mendatangkannya, ia datang sebagai pengetahuan yg terus menyebar, sebagaimana pengetahuan lain yg berkembang di dunia.. yg kmdian lebih memperinci ttg mslh tutup-menutup badan..
    3 hours ago ·

  • Mochd Nasir akeh banget komene ya Mbak Nana Podungge... :)
    3 hours ago ·

  • Nana Podungge
    Mas Nasir,
    apa pun istilah yang dipakai, namun sejarah menunjukkan bahwa Islam -- dan juga agama2 lain yg diakui negara saat ini -- bukan "produk" lokal
    namun memang kita tidak bisa menghindari senggolan maupun pengaruh yang datang dari pihak luar

    mengenai "budaya" berpakaian, selalu ada perbedaan antara kaum "atas" dengan kaum "commoners", dan selalu pihak "commoners" menganggap kaum "atas" sebagai "role models", dalam segala hal

    :-)
    2 hours ago ·

  • Medy Soesetyo menurut nenek ku, paduan jarik jarik & kebaya awalnya jg tdk ada tambahan CD & BH... :).
    Krn malu & gengsi di sebut tdk beradab oleh bangsa Belanda... mk mulai memakai CD & BH... :)

    2 hours ago ·

  • Nana Podungge bro Medy,
    plus minder karena menjadi negara jajahan ya? negara yg menjajah dianggap lebih segalanya ;-)

    2 hours ago ·

  • AnanDa RanRanz Pratika kembenaaan pake jarik tok...kayak mbah2 tetangga ku dulu

  • Nana Podungge I can imagine that

  • AnanDa RanRanz Pratika waktu dulu aku gowes ultah solo, nyebrang bengawan solo ketemu nenek2 ga pake bra oq :D

  • Nana Podungge dia masih setia dengan tradisi zaman 'dulu'
    tidak terkontaminasi dengan mereka yg ingin merasa dianggap kebarat-baratan maupun kearab-araban ;-)


Some comments from my next door site, which will be closed down in some months.

martoart wrote on Mar 8
rirhikyu wrote on Mar 8
Thanks buat videonya cak
seneng aja liatnya, en seneng dengerin gamelannya dr awal sampek akhir :)
rirhikyu wrote on Mar 8
aih yg nazir....perasaan agama di indo mah import semua, kebudayaan dan tradisi dan kepercayaan itu yg bukan import
rengganiez wrote on Mar 8
simbahku ampe meninggal juga gak pernah pake bra..risih katanya...ya pake jarik kemben itu...
rudal2008 wrote on Mar 8
Weee....gambar dari temanku hehe...aku sudah melihatnya 3 tahun yg lalu.
orangjava wrote on Mar 8
Bumil...Hindu, Budha dari India, Kristen dari Europa, Islam dari Arab...
makanya bagaimana Budaya RI yang sekarang kacau balau....bahasa aja campur aduk....
orangjava wrote on Mar 8
Nuwun Mbah Martooooooooo, aku pernah lihat disini....dibioskop..sebelum Film Chaplin yang Skonk dimainkan...
rembulanku wrote on Mar 8
speechless
martoart wrote on Mar 8
foto dan video ini sebuah kewajaran pada eranya. mengkaji dari sudut pandang agama (saja) hanya membuat sebuah kewajaran menjadi asing, terlebih dari sudut agama yg tidak melingkupinya. tidak lah fair - untuk tidak bilang kurang ajar.

Kalau toh perempuan bali saat ini menutup dadanya, tentu bukan lantaran alasan agama untuk menutup aurat mereka, tak lain karena peradaban modernitas 'barat' yang lucunya sering dipandang minir oleh sementara penganti barat.

Perempuan menutup tubuh dengan alasan peradaban wajib kita syukuri dalam semangat kemanusiaan, tapi mereka yang tidak menutup tubuhnya dengan alasan peradaban pula, tak bisa kita adili dengan misal mengatakan jijik, primitif' 'ngeri', dst yg seringkali berbingkai moralitas agama.
afemaleguest wrote on Mar 8
suwun Kang Marto
^__^
orangjava wrote on Mar 8
Mbah yang di Irian, Dayak ??...Aku bebas aja..mau pake Kutang apa gak hak mereka, mau kerudungan seperti di Afghanistan silahkan hak mereka....
jadul1972 wrote on Mar 9
:)
mawarangel wrote on Mar 12
di Jakarta juga banyak kok neni2 No-Bra, malah kutangan dan sarung so perutnya ngablak (plus merokok pula)... God for shake, aku sih tidak 'berani' bilang mereka tidak 'berbudaya' atau ABG sekarang yg sekolahnya lebih tinggi dan pastinya lebih berbudaya tapi sukanya pakai pakaian yang nyangkut diatas puser plus celana super pendek. Intinya, menurut aku= budaya, pendidikan, agama, kemini-mini'an punya jalurnya masing-masih. *semoga masih nyambung, hehehe :p
afemaleguest wrote on Mar 13
^__^
afemaleguest wrote on Mar 13
@mawarangel,

sangat nyambung kok komennya :)
tatkala para remaja mulai mengenakan pakaian yang oleh kaum agamis diklaim sebagai budaya barat, ya mungkin mereka hanya mengikuti naluri mereka saja ya? :) lha wong ternyata 'aslinya' budaya lokal kita dulu justru lebih terbuka dibandingkan budaya barat beberapa abad lalu ...

btw, recently honestly kadang aku berpikir bagaimana kalau sampai sekarang orang-orang di Indonesia masih topless, jadinya bagaimana ya? tentu aku juga akan topless dong, biar tidak dianggap aneh, biar ga dianggap kebarat-baratan atau pun kearab-araban, hihihihi .. tentu aku ga akan ga pede ya? toh yang lain juga sama .. :-P

8 komentar:

  1. Berikut ini adalah komen di lapak sebelah :)

    http://www.youtube.com/watch?v=HTM4dWHk0Hc&feature=player_embedded

    seorang teman http://martoart.multiply.com memberikan tautan ke video buatan Charlie Chaplin ketika berkunjung ke bumi Nusantara pada tahun 1932. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. di bawah ini adalah komen berikut, dari orang yang sama :)

      martoart
      delete reply
      martoart wrote on Mar 8
      foto dan video ini sebuah kewajaran pada eranya. mengkaji dari sudut pandang agama (saja) hanya membuat sebuah kewajaran menjadi asing, terlebih dari sudut agama yg tidak melingkupinya. tidak lah fair - untuk tidak bilang kurang ajar.

      Kalau toh perempuan bali saat ini menutup dadanya, tentu bukan lantaran alasan agama untuk menutup aurat mereka, tak lain karena peradaban modernitas 'barat' yang lucunya sering dipandang minir oleh sementara penganti barat.

      Perempuan menutup tubuh dengan alasan peradaban wajib kita syukuri dalam semangat kemanusiaan, tapi mereka yang tidak menutup tubuhnya dengan alasan peradaban pula, tak bisa kita adili dengan misal mengatakan jijik, primitif' 'ngeri', dst yg seringkali berbingkai moralitas agama.

      Hapus
  2. Yang jelas Tuhan pun tdk memberikan hukuman apapun pada Bali saat itu, malah Bali mulai terkenal saat itu hingga skr menjadi andalan wisata. Tuhan saja santai kenapa ada orang yg protes. Pemikiran saya saat itu di Bali wanita masih wajar2 saja tdk pakai penutup atas, toh tdk ada kasus pemerkosaan. Dengan adanya budaya luar masuk, maka Bali menyesuaikan diri, hal yg patut dihormati. Sangat berbeda dg budaya import yg memaksakan budayanya di Indonesia skr, sehingga semua dipandang dari sudut kaca matanya sendiri, itulah makanya Tuhan marah pada orang / budaya itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim,

      thank you for writing the supportive comment here :)

      segala sesuatu yang dipaksakan memang akan selalu menghasilkan kekacauan ya? hmmmm ...

      Hapus
    2. semoga lebih banyak orang INdonesia bertobat..kembali ke Indonesia.. janagan ke Timur Tengah

      Hapus
  3. ajaran islam lebih ekstrim lagi, dari ujung kepala sampai kaki dianggap aurat... lucu, kalo gitu kenapa gak semua perempuan islam dicukur botak saja rambutnya toh punya rambut percuma jika akhirnya pake kerudung juga...

    BalasHapus
  4. hahahaha ... that is hilarious ... ask those women to be bald so they don't need to wear kerudung :D

    BalasHapus

Ada kesalahan di dalam gadget ini